Kisah 3 Pelajar di Jambi Rela Jalan Kaki 2 Jam demi Bersekolah

https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 340 2078881 kisah-3-pelajar-di-jambi-rela-jalan-kaki-2-jam-demi-bersekolah-Dw1AEHH6KL.JPGTiga murid SMP di Jambi harus berjalan kaki 2 jam untuk sampai ke sekolah (Foto: Abimayu/Okezone)

Perjuangan anak huluan yang berasal dari keluarga sederhana, memang pantas diteladani dan diacungi jempol dalam menuntut ilmu. Ya, itulah yang dialami tiga siswi SMP di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi. Mereka rela berjalan kaki berjam-jam demi menuntut ilmu di sekolah.
Mereka adalah Diah Hairunisa, Eli Ernawati, dan putri Eka Lestari, pelajar SMPN 51 Merangin, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Ketiganya harus berjuang keras menempuh perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki.
Penyebabnya, tidak ada kendaraan umum yang melintas dari desa mereka menuju sekolah. Sementara orangtua mereka hanya petani sehingga dari segi keuangan pun tidak memungkinkan bagi mereka menggunakan alat transportasi lain semisal ojek motor.
Alhasil, berjalan kaki jadi pilihan yang tepat untuk bisa menjangkau sekolah setiap harinya. Untuk pergi ke sekolah, mereka harus berangkat sekira pukul 06.00 WIB, dan biasanya tiba di sekolah sekira jam 08.00 WIB. Bahkan mereka kerap kali terlambat masuk mengikuti jam mata pelajaran lantaran jauhnya perjalanan.

”Pukul 05.00 WIB saya sudah bangun dan berangkat ke sekolah sekitar pukul 06.00 WIB. Sebab kalau jalan kaki harus kami tempuh dua jam lamanya dan terkadang harus terlambat," kata Diah kepada Okezone, Senin (15/7/2019).
Belum lagi faktor jalanan rusak dan cuaca yang labil menjadi kendala mereka untuk bisa cepat sampai ke sekolah tepat waktu.
"Apalagi kalau hujan kami harus berteduh di jalan. Apalagi masih banyak hutan kami terkadang ada rasa takut juga," tuturnya.
Di balik jeripayah mereka untuk menuntut ilmu, ternyata tertanam cita-cita mulia yakni berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Saya ingin terus sekolah, biar cita-cita saya tercapai dan bisa membanggakan orangtua saya," katanya mengakhiri.

Share:

Arsip Blog

Recent Posts