Jokowi Dongkrak Anggaran Pendidikan Jadi Rp505 Triliun


Jokowi Dongkrak Anggaran Pendidikan Jadi Rp505 Triliun Presiden RI Joko Widodo. (REUTERS/Willy Kurniawan).

Presiden Joko Widodo menyatakan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp505,8 triliun untuk sektor pendidikan pada 2020 nanti. Anggaran tersebut meningkat 29,6 persen dibandingkan realisasi anggaran pendidikan pada 2015 lalu yang hanya sekitar Rp390,3 triliun.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidato Nota Keuangan APBN 2020 di Gedung DPR, Jumat (16/8). Selain di sektor pendidikan, kenaikan anggaran juga dilakukan Jokowi di bidang kesehatan.

Jokowi menyatakan akan menambah anggaran kesehatan menjadi Rp132,2 triliun pada 2020 mendatang. Anggaran tersebut naik dua kali lipat dibanding realisasi pada 2015 yang hanya sebesar Rp69,3 triliun.


Di sektor pendidikan, Jokowi mengatakan peningkatan anggaran tersebut dilakukan untuk melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 54,6 juta siswa. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk bea siswa bagi 20,1 juta siswa.

Selain untuk keperluan tersebut, Jokowi mengatakan anggaran di bidang pendidikan juga akan digunakan untuk melaksanakan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP- Kuliah). Sasaran mahasiswa yang akan diberikan bea siswa dalam program tersebut mencapai 818 ribu  orang. 

Mereka berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Anggaran juga akan digunakan untuk membiayai Program Kartu Prakerja. Sementara itu, di sektor kesehatan, ia mengatakan anggaran akan digelontorkan untuk melanjutkan program prioritas di bidang kesehatan. 

Salah satu prioritas tersebut, Program Jaminan Kesehatan Nasional JKN. Jokowi mengatakan anggaran kesehatan salah satunya akan dimanfaatkan untuk membiayai jaminan kesehatan 96,8 juta jiwa masyarakat kurang mampu penerima bantuan iuran. 

Jokowi berharap gelontoran anggaran tersebut nantinya bisa sektor pendidikan di dalam negeri bisa membaik. "Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal," katanya.

Menurut Jokowi dengan anggaran tersebut kemampuan dasar anak-anak Indonesia ke depan diharapkan bisa terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. 


sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190816141325-532-421955/jokowi-dongkrak-anggaran-pendidikan-jadi-rp505-triliun
Share:

7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat


7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan agar bisa memilih jurusan kuliah yang tepat. (Foto: Istockphoto/skynesher)

Bukan berlebihan bila pilihan jurusan kuliah menentukan nasib hidup bertahun-tahun ke depan. Nyatanya, mendapatkan ilmu yang tepat juga menentukan hidup selama bertahun-tahun setelah masa di universitas --baik menyangkut karier, relasi sosial, pencapaian, hingga pola hidup. Maka dari itu, memilih jurusan kuliah harus memiliki banyak pertimbangan. 

Namun tak selalu pilihan kuliah menentukan nasib karier. Ada juga orang yang menjalani pekerjaan tak sejalan dengan bidang yang didalami ketika di bangku pendidikan tinggi. Melansir situs The Motivated Millenial, studi Federal Reserve Bank menunjukkan hanya 27 persen lulusan sarjana di Amerika Serikat yang menjalani profesi sesuai jurusan kuliah.

Tak hanya sebagai prospek pekerjaan, penentuan jurusan kuliah berpengaruh pada keseriusan calon mahasiswa menjalani segala tugas kuliah. Berikut 7 hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah.

1. Tahu minat dan hobi


7 Pertimbangan dalam Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Sesuaikan jurusan dengan minat. Bila gemar menggambar dan mendesain sesuatu, bisa pilih desain visual atau seni rupa sebagai alternatif jurusan. (Foto: tunechick83/Pixabay)

Mengetahui minat dan hobi bukan sekadar tahu apa yang menarik bagimu, melainkan seberapa serius dan konsisten menjalankan minat tersebut. Memilih jurusan kuliah yang sesuai minat membuatmu menjalani perkuliahan dengan senang. Tugas kuliah menumpuk tak terasa sebagai beban bila kamu tertarik menjalaninya.

Misalnya, kamu memiliki hobi menggambar atau melukis, karir desain grafis bisa menjadi pilihan seimbang, yakni menjalani hobi dengan orientasi karir yang baik.

2. Kenali potensi diri
Di samping minat, bakat pun tak kalah penting. Akan lebih optimal bila minat disertai kemampuan. Setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing agar memilih jurusan kuliah sesuai dengan potensi diri. Misalnya ketika kamu tertarik pada disiplin ilmu tertentu dan merasa kamu ditakdirkan untuk itu.

3. Pertimbangkan peluang karier sebelum memilih jurusan kuliah

Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Peluang karier adalah salah satu hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda menetapkan pilihan pada satu jurusan kuliah. (robarmstrong2/Pixabay)

Tentu setiap orang menginginkan jurusan dengan karier dan penghasilan menjanjikan di masa depan. Hal tersebut sama sekali tak salah. Mengingat, setiap orang perlu cermat menentukan studi dan karir agar taraf hidup di masa mendatang terus baik.

Namun di samping itu, perhatikan peluang pekerjaannya. Sesuai atau tidak dengan lingkungan sosial, banyak membutuhkan SDM atau tidak. Cari data tentang pekerjaan lulusan jurusan. Pastikan jurusan yang dipilih memiliki peluang karir yang luas dan menjanjikan di masa mendatang.

4. Sesuaikan jurusan dengan keunggulan universitas

Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Setiap universitas memiliki jurusan unggulan masing-masing. Penting untuk mengetahui ini sebelum memilih jurusan kuliah. (robarmstrong2/Pixabay)

Tidak semua program kuliah seimbang. Universitas dengan ranking tinggi bisa memiliki fakultas yang tidak begitu unggul. Sebab semua universitas memiliki jurusan tertentu yang diunggulkan. Jika sudah memiliki incaran universitas, perhatikan bidang atau jurusan yang unggul di universitas tersebut.

Biasanya kualitas lulusan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuka lowongan kerja. Kualitas jurusan mengacu pada hasil akreditasi jurusan yang biasanya tertera pada situs-situs universitas.

5. Sesuaikan dengan kemampuan finansial
Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Kuliah [EBG]Sesuaikan jurusan kuliah yang dipilih dengan kemampuan finansial. (REUTERS/Beawiharta)

Ketika mempersiapkan dana untuk kuliah, pikirkan juga biaya perkuliahan per semester maupun kebutuhan kegiatan belajar sehari-hari seperti uang buku, biaya praktikum, biaya hidup, dan sebagainya. Setiap jurusan kuliah membutuhkan pengeluaran dana berbeda-beda. Agar tidak kelabakan perihal dana kuliah, lakukan penghitungan matang sebelum memilih jurusan kuliah.

6. Personality test

7 Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat [EBG]Psikotes bisa menjadi salah satu refereensi dalam menentukan jurusan kuliah yang cocok. (andibreit/Pixabay)

Meski tak 100 persen efektif membaca potensi dan karakter, namun tes kepribadian boleh dijadikan referensi dalam menentukan jurusan yang cocok. Personality test atau tes kepribadian bisa membantu menganalisis minat, nilai-nilai, karakter, kelebihan, kekurangan, hingga skala kemampuanmu dalam bidang seni atau sosial, serta dalam hal menginvestigasi dan menginterpretasi suatu hal. Tak hanya itu, beberapa personality test menunjukkan ketertarikan, bidang karir yang cocok, hingga gaya bekerja yang cocok.

Sudah banyak tes kepribadian online di internet yang gratis, lho. Dari situ saja sudah bisa membantumu memberikan gambaran mengenai kepribadian dan jurusan apa yang cocok sesuai minat dan bakatmu.  

Meski mengikuti suara hati selalu menjadi kunci kebahagiaan, namun urusan jurusan kuliah ada baiknya berkonsultasi kepada orang-orang terdekat seperti keluarga.
Pendapat orang lain juga penting menjadi pertimbangan untuk melihat diri kamu dari kacamata yang berbeda. Siapa tahu, mereka memiliki pandangan dan arahan lain yang bisa menambah referensi untuk memilih jurusan yang cocok.

Semoga 7 hal di atas bisa membantumu mendapatkan pertimbangan untuk memilih jurusan kuliah yang tepat. Tak usah bingung dan jangan hanya terpaku pada satu aspek saja. Semakin banyak opsi dan masukan justru semakin membuka peluangmu untuk sukses di masa mendatang. 


sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190716140210-284-412574/7-pertimbangan-memilih-jurusan-kuliah-yang-tepat
Share:

Bank Dunia Minta Pemerintah Investasi Besar di Pendidikan dan Kesehatan

https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 05 20 1973428 bank-dunia-minta-pemerintah-investasi-besar-di-pendidikan-dan-kesehatan-SOKT4W9Q4s.jpgIlustrasi: Foto Shutterstock

Bank Dunia dalam Laporan Pembangunan Dunia (World Development Report) 2019 yang dipresentasikan di ibu kota Swiss, Bern, meminta pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasi lebih besar di pendidikan dan kesehatan.
Bank Dunia mengatakan bahwa teknologi-teknologi yang mengganggu mengubah dunia kerja secara global, laporan itu juga menyerukan agar para pekerja dilindungi dari dampak sosial negatif serta memperkuat mobilisasi sumber daya keuangan di negara-negara berkembang. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi Swiss dan Bank Dunia bersama-sama menyelenggarakan acara peluncuran laporan tahunan bank, terutama yang berkaitan dengan dampak teknologi pada pekerjaan dan apa yang dapat dilakukan pemerintah terkait dengan modal sumber daya manusia, perlindungan sosial dan sistem perpajakan.
Menurut laporan terbaru itu, investasi dalam sumber daya manusia harus menjadi prioritas bagi pemerintah-pemerintah agar pekerja dapat membangun keterampilan yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja.
Selain itu, laporan itu menyarankan, pemerintah-pemerintah perlu meningkatkan perlindungan sosial dan memperluasnya kepada semua orang di masyarakat, terlepas dari syarat-syarat di mana mereka bekerja.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa meskipun kekhawatiran bahwa robot akan mengambil pekerjaan dari orang-orang telah mendominasi diskusi tentang masa depan kerja, pada keseimbangan ini tampaknya tidak mungkin.

"Secara keseluruhan, teknologi membawa peluang, membuka jalan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan memberikan layanan publik yang efektif," katanya.

Share:

Bangunan Sekolah Mirip "Kandang Hewan" Itu Bernama SMK Putra Nusantara 4

https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 21 340 1980934 bangunan-sekolah-mirip-kandang-hewan-itu-bernama-smk-putra-nusantara-4-vVr2ktZqGV.jpgMurid SMK Putra Nusantara 4 tengah melakukan kegiatan belajar mengajar meski di tengah keterbatasan (Foto: Demon/Okezone)Mengenyam bangku sekolah merupakan impian setiap orang, guna mendapatkan ilmu pengetahuan. Termasuk, masyarakat di Kabupaten Bengkulu Provinsi Bengkulu. Kecamatan Merigi Kelindang, tepatnya. Warga desa Kelindang Atas, persisnya. Di desa yang di huni 536 jiwa ini hanya memiliki satu sekolah setingkat SMA. SMK Putra Nusantara 4, namanya.
Bangunan sekolah yang berukuran 7x9 meter ini, memprihatinkan. Bagaimana tidak, seluruh bangunan sekolah yang berdiri atas lahan sekira 0,8 hektare (Ha) atau setara dengan 100x80 meter tersebut mirip 'kandang hewan' atau gubuk reot, tidak layak. Kondisi tersebut ditandai dengan bagian dinding, lantai, atap serta meubeler yang digunakan jauh dari layak.
Hari itu, Senin 19 November 2018. Satu hari setelah perayaan HUT ke-50 Provinsi Bengkulu, tepatnya. Cuaca, pagi itu di Bengkulu Tengah, cerah berawan. Gumpalan awan putih mirip kapas menggelayut di daerah ini. Termasuk di desa Kelindang Atas Kecamatan Merigi Kelindang.
Di bagian ujung desa, berdiri satu unit bangunan sekolah setingkat SMA. SMK Putra Nusantara 4, namanya. Sekira 30 meter dari tepi jalan desa. Dari kejauhan tampak bangunan yang tak layak untuk dijadikan tempat menuntut ilmu, miris. Berdiri di atas tanah kuning.
Becek dan berlumpur ketika di landa hujan, berdebu ketika cuaca panas. Puluhan siswa/i tengah menerima mata pelajaran dari guru sukarela, secara serius. Raut muka pelajar pun fokus menghadap ke depan, papan tulis. Mendengarkan penjelasan dari guru sukarela yang sedang mengajar.
Sekolah itu dibangun secara bersama oleh pemuda setempat melalui sebuah yayasan dan masyarakat sekitar, seadanya. Bangunan sekolah di atas lahan bekas kebun karet itu di bangun secara darurat. Bahan seadanya. Di mana sebagian dinding hanya berbalut triplek yang sudah rapuh. Tiang penyanggah pun hanya dari balok kayu yang sudah termakan usia.
Begitu juga dengan kayu reng bagian atap. Bahkan, lantai ruang belajar, kantor masih dalam kondisi tanah kuning. Lebih menyedihkan lagi, meubler yang ada di buat secara swadaya, berbahan baku triplek. Meja belajar siswa/i misalnya. Termasuk meja guru sukarela. Jauh dari sempurna.
Sekolah yang sudah menampung 34 siswa/i ini juga hanya memiliki 50 buku bacaan. Di mana puluhan buku bacaan itu bersumber dari barang bekas yang disumbangkan ke sekolah yang berdiri sejak Senin 1 Februari 2016 atau 2 tahun 9 bulan. Meskipun demikian, guru sukarela dan siswa/i tetap semangat menimba ilmu dan memberikan ilmu pengetahuan.
''Jumlah siswa kami sekarang 34 orang. Kelas X sebanyak 20 orang dan kelas XI sebanyak 14 orang,'' kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Putra Nusantara 4 Bengkulu Tengah, Mardiana, kepada okezone, Senin 19 November 2018.
Sekolah Gratis, Guru Dibayar Ucapan Terima Kasih
Sekolah yang memiliki dua ruang belajar dan satu kantor itu sama sekali tidak di pungut biaya alias gratis. Sehingga 14 guru sukarela, staf tata usaha (TU) dan dosen agri bisnis tanaman pangan dan holtikultura itu hanya di bayar dengan ucapan terima kasih.
Meskipun demikian, 14 guru sukarela tersebut tetap semangat memberikan mata pelajaran berdasarkan K13 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hal tersebut ditandai dengan setiap guru sukarela memberikan satu hingga dua mata pelajaran. Di mana siswa/i mulai masuk sejak pukul 07.31 WIB hingga pukul 14.16 WIB.
Puluhan siswa/i pun tetap bersemangat menerima mata pelajaran yang diberikan setiap hari, layaknya sekolah SMA lainnya. Namun, dalam pemberian mapel guru sukarela hanya mengandalkan buku seadaanya. Tetap mengacu pada K13. Baik itu mata pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta mata pelajaran lainnya.
Guru sukarela yang menyempatkan diri mengajar di sekolah tersebut merupakan pemuda/i dari Kecamatan Merigi Kelindang dan Kecamatan Merigi Sakti. Begitu juga siswa/i yang bersekolah di sekolah yang memiliki program jurusan Agri Bisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura.
"Mata pelajaran yang kami berikan masih mengacu pada K13 (kurikulum 2013)," sampai Mardiana.
Mardiana mengatakan, sejak berdirinya sekolah guru sukarela sama sekali tidak ada mendapatkan bayaran dari siswa. Kondisi tersebut, lantaran mata pencarian seluruh siswa hanya petani dan berkebun. Sehingga mereka tidak sanggup untuk membiaya anak mereka sekolah.
"Kami sepeserpun tidak ada dibayar. Jangankan gorengan, air mineral gelas saja tidak ada kami terima dari siswa. Kami mengajar di sini secara sukarela," ujar Mardiana.
Salah satu siswi SMK, Endah Lestari (16) mengatakan, jika dirinya bersama teman-temannya mendapatkan mata pelajaran sesuai dengan K13. Namun, kata dia, di sekolah mereka tersebut masih banyak kekurangan. Mulai dari bangunan, buku pelajaran serta guru yang mengajar.
"Sekolah di sini sama sekali tidak membayar. Kami masih membutuhkan buku pelajaran dan buku bacaan," sampai siswa kelas XI, Endah, saat ditemui Okezone.
Hal senada disampaikan, Andika Saputra (18). Andika menyampaikan, sejak sekolah berdiri tidak ada siswa yang tamat SMP yang menjadi petani atau menikah. Sebab, mereka ingin mengubah nasib mereka untuk menjadi lebih baik. Selain itu, tambah Andika, dirinya bersama rekan-rekannya mendapatkan mata pelajaran sama seperti SMA.
"Mata pelajaran sama dengan sekolah-sekolah lainnya. Kami sekolah di sini tidak ada membayar, semuanya gratis. Dulu ada yang putus sekolah karena tidak ada biaya, sejak ada sekolah gratis maka mereka memiih untuk kembali sekolah," ujar siswa kelas XI, Andika.
Tamat SMP Siswa Pilih Menikah
Pembangunan SMK Putra Nusantara 4, tidak terlepas dari peran serta keluarga dan masyarakat setempat akan pentingnya pendidikan anak di satuan pendidikan. Sebab, sebelum berdirinya sekolah tersebut siswa desa setempat dan sekitarnya usai tamat dari jenjang SMP menjadi putus sekolah. Bahkan memilih menjadi petani dan pekebun.
Bahkan, pada tahun 2015 atau setahun sebelum berdirinya sekolah tersebut siswa yang tamat dari SMP memilih untuk menikah atau pernikahan dini. Kondisi itu tidak terlepas dari mata pencarian orangtua mereka yang serba keterbatasan. Sehingga memilih untuk menikahkan anak mereka pada usai dini.
Kondisi tersebut berubah setelah adanya inisiatif dari pemuda desa setempat pada tahun 2016. Senin, 1 Februari 2016, persisnya. Pemuda desa itu menginisiasi untuk mendirikan dan membangun sekolah setara SMA. Hal tersebut berangkat dari pelajar SMP yang tamat tidak kembali melanjutkan ke jenjang SMA dan memilih menikah dan menjadi petani dan pekebun.
Sebelum bangunan sekolah darurat berdiri, siswa kelas X menumpang di salah satu ruangan rumah pribadi, Kepala Desa (kades) Kelindang Atas Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah, M Jalalludin (58). Lamanya, sekira 3 hingga 5 bulan, kira-kira. Seluruh siswa tersebut belajar dengan meubler secukup dan seadanya, kala itu.
Berselang beberapa bulan kemudian, tujuh pemuda yang menginisiasi pembangunan sekolah tersebut mendapatkan bantuan dari salah satu yayasan untuk mendirikan bangunan sekolah yang hingga saat ini berdiri. Di mana bahan baku bangunan sekolah pun berasal dari sumbangsi dan peran serta masyarakat sekitar dan yayasan.
"Sebelum ada SMK banyak siswa/i yang sudah tamat SMP, putus sekolah. Ada juga yang memilih menikah. Karena itulah kami secara bersama mendirikan sekolah di sini secara bersama," jelas Mardiana.
Siswa yang tidak melanjutkan, sampai Mardiana, terbentur dengan biaya. Sebab sekolah setara SMA dari desa-nya tersebut berjarak sekira 18 kilometer (km). Sehingga siswa yang telah tamat SMP memilih untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
"Jika ada biaya siswa/i yang tamat SMP sekolah ke luar desa. Ada juga yang ke Kota Bengkulu. Kebanyakan siswa tidak melanjutkan sekolah atau putus sekolah. Jika sekolah ke luar maka biaya yang dikeluarkan cukup besar, makanya mereka memilih menjadi petani atau pekebun dan menikah," sampai Mardiana.
Ditambahkan, Kepala Desa Kelindang Atas Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah, M Jalalludin (58), jika sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian. Sebab, sejak berdirinya bangunan sekolah tersebut sama sekali belum adanya perhatian. Pembangunan sekolah tersebut pun berawal dari jarak tempuh sekolah setara SMA yang jauh dari desa. Sehingga siswa yang usai tamat SMP tidak melanjutkan sekolah kembali ke jenjang SMA.
Sebelum sekolah berdiri siswa, jelas Jalalludin, sempat menumpang di rumah pribadinya. Kondisi itu lantaran bangunan sekolah sama sekali tidak ada. Lamanya, tidak kurang dari lima bulan. Hal tersebut salah satu bentuk perhatian terhadap satuan pendidikan untuk anak warga di desa yang ia pimpin tersebut.
"Sempat menumpang di ruang atas rumah saya. Sebelum berdirinya sekolah anak yang baru tamat SMP memilih menikah. Tapi, sejak ada SMK mereka tidak ada lagi yang menikah dan memilih melanjutkan sekolah. Sekolah di sana (SMK) itu gratis," kata Jalalludin, ketika ditemui Okezone, Senin 19 November 2018.
Jalalludin berharap, adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk melengkapi kekurangan-kekurangan di sekolah tersebut. Sebab, kondisi sekolah tersebut masih jauh dari sempurna. Mulai dari kondisi bangunan sekolah, meubeler hingga guru yang mengajar di sekolah tersebut.
"Kami berharap sekolah itu ada perhatian dari pemerintah," harap Jalalludin.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Septi Yuslina mengatakan, dari pihak yayasan dapat mengusulkan bantuan kepada pemerintah daerah ataupun pusat. Di mana nantinya, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat atau daerah berupa bantuan keuangan atau hibah. Bahkan, hibah dalam bentuk barang melalui dinas pendidikan.
"Dari DPRD bisa saja mengusulkan sesuai ajuan dari yayasan sekolah tersebut. Apakah hibah bantuan keuangan atau hibah barang melalui dinas pendidikan," sampai Septi.

Share:

Anggaran Pendidikan 2019 Nyaris Rp500 Triliun, Ini Rinciannya

https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 11 20 1989790 anggaran-pendidikan-2019-nyaris-rp500-triliun-ini-rinciannya-eoKKrgSfsQ.jpgIlustrasi: Foto Shutterstock

Anggaran sektor pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp492,555 triliun.
Hal ini sebagai bukti pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjukkan keseriusannya dalam mengalihkan fokus pembangunan dari infrastruktur ke sumber daya manusia (SDM).

Dalam lampiran XIX Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 129 Tahun 2018 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019 yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 29 November 2018 disebutkan, anggaran sebagaimana dimaksud termasuk Dana Abadi Penelitian sebesar Rp990 miliar.

Share:

Mendikbud Akan Bantu Komputer untuk Sekolah Indonesia di Arab Saudi

https: img.okeinfo.net content 2018 12 23 337 1995147 mendikbud-akan-bantu-komputer-untuk-sekolah-indonesia-di-arab-saudi-OK9Ln7Ril6.jpgMendikbud Muhadjir Effendy (kiri) bersama Menteri Media Saudi (Yadi/MNC)

Pemerintah berjanji memperhatikan serius Sekolah Indonesia di Riyadh, Arab Saudi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy bahkan siap memberikan bantuan 50 unit komputer untuk sekolah tersebut.
"Anak-anak harus dilatih agar menguasai teknologi informasi," kata Muhadjir saat mengunjungi Sekolah Indonesia Riyadh di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu 22 Desember 2018.
Saat Muhadjir berkunjung, pihak sekolah melaporkan soal keterbatasan ruang kelas. Muhadjir tak bisa menjanjikan masalah ini selesai segera. Dia meminta pihak sekolah untuk membuat proposal dulu.
Muhadjir meminta Sekolah Indonesia Riyadh berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh untuk mencoba mencari alternatif tempat untuk disewa.
"Saya meminta para guru tetap bersemangat, tetapi jangan sampai standar-standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak dipenuhi," ujar dia seperti dilansir Antaranews.
Sementara Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Abdulloh Syifa mengatakan ada satu kelas yang terpaksa belajar di salah satu ruangan di ruang bawah tanah, meskipun hal itu melanggar aturan yang ditetapkan Kerajaan Arab Saudi.
"Namun, kami tetap semangat memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia yang ada di Riyadh," katanya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan para guru di Sekolah Indonesia Riyadh adalah para pelayan pendidikan anak-anak Indonesia.
"Bila Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah pelayan dua kota suci umat Islam, para guru adalah pelayan pendidikan anak-anak Indonesia," katanya.

Sekolah Indonesia Riyadh memiliki 283 murid mulai dari taman kanak-kanak hingga kelas XII yang dilayani 26 guru dan tenaga pendidik.

Share:

Tak Mau Dicurhati, Warektor di India: Bunuh Saja Temanmu daripada Mengeluh ke Saya!

https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 18 1999739 tak-mau-dicurhati-warektor-di-india-bunuh-saja-temanmu-daripada-mengeluh-ke-saya-aAWbnfLNBK.jpgPenduduk di India (VOA)

Seorang pejabat tinggi universitas negeri di India menyarankan muridnya untuk "membunuh" teman-teman mereka jika diajak berkelahi, daripada datang dan mengeluhkan kepadanya. Perkataan itu diucapkannya di tengah gelombang kekerasan yang tengah marak terjadi di negara bagian tempat universitas tersebut berada.
"Kalau kamu murid di universitas ini, jangan pernah datang menangis menemui saya," kata Raja Ram Yadav, Wakil Rektor Universitas Purvanchal, dalam sebuah video yang diperoleh Reuters.
“Kalau kamu terlibat dalam perkelahian, hajar mereka, kalau bisa bunuh mereka, dan kami yang akan urus belakangan," tambahnya.
Yadav berbicara pada sebuah acara kampus di Ghazipur, di negara bagian India yang berpenduduk paling padat, Uttar Pradesh pada hari Jumat 28 Desember 2018.
Di kota yang sama, seorang polisi dilempari batu sampai mati akibat unjuk rasa yang penuh kekerasan pada hari Sabtu 29 Desember 2018, walaupun tidak ada bukti kuat yang mengaitkan pidatonya dengan kejadian tersebut.
Uttar Pradesh dikenal dengan tingkat kejahatan komunal yang tinggi. Belakangan banyak terjadi kekerasan massa di sini.
Seorang petugas polisi dan seorang pria lainnya tewas dalam sebuah insiden kekerasan pada awal bulan Desember setelah warga setempat melakukan demonstrasi. Menurut mereka, ada sekelompok orang yang menyembelih sapi, hewan yang dianggap suci oleh agama Hindu. Penyembelihan itu dilaporkan berlangsung di distrik Bulandshahr, Uttar Pradesh.

Share:

Arsip Blog

Recent Posts